X-skul

Halo semua, kembali lagi dengan saya sang admin waha…ha…ha… (dalam keadaan senang). Kali ini aku akan menceritakan sedikit banyak hal mengenai berbagai kegiatan luar sekolah yang pernah aku ikuti semenjak bersekolah di LabSchool Aceh.

Salah satu yang cukup mengesankan adalah ketika aku harus mengikuti kegiatan latihan tari Rapa’i Geleng, guna menyukseskan acara peresmian sekolah, “maklumlah sekolahnya kan masih baru…”. Jadi ketika aku yang pada saat itu sedang asyik-asyiknya bermain tenis meja tiba-tiba dipanggil oleh bu’ guru kesenian, lantas aku langsung menghampiri beliau. Setelah berbicara singkat dengan beliau kudapatkan kesimpulan bahwa beliau memintaku untuk mengikuti latihan tersebut.

Memang benar kalau aku adalah seorang siswa lulusan boarding School (Pesantren) yang didalamnya terdapat banyak orang yang memiliki keterampilan dalam melenggak-lenggokkan kepalanya dan juga menarik suaranya(Syeck rapa’i) pada saat pentas dimulai, sayangnya aku bukanlah orang yang cukup terlatih untuk melakukan hal tersebut dan karena aku kasihan melihat beliau yang kebingungan mencari anggota maka aku iya-kan saja permintaan beliau.

Keesokan harinya setelah semua personil sudah lengkap maka beliau membagi-bagikan tugas dan, da…n, daaaa….n, Alhamdulillah aku mendapatkan tugas yang tidak begitu sulit yaitu menjadi seorang Syech Rapa’i (Pelantun Syair aceh bukannya tukang leng-geleng-geleng kepala). Dalam hati aku senang dan berjalanlah latihan pertama kami yang pada hari itu dimulai pukul 17.00 wib dan berakhir pada pukul 18.00 wib, “ya… begitulah, sekolahku hanya memperbolehkan seluruh siswanya pulang ke rumah pada pukul 16.45 sore”.

Pada hari berikutnya, wajah yang aku temukan adalah wajah pelatih yang berbeda karena sore ini kami dilatih oleh abang-abang sanggar cut meutia. Yang satu berjenggot ala Bams Samson dan satunya berjenggot ala Toke-toke arab (pedangang arab), “Peace brow…”. Menurutku mereka adalah orang-orang yang sangat handal, karena mampu menurunkan ilmunya kepada sang kami hanya dalam 6 hari.

Nah…, hari ini adalah 1 hari sebelum hari “H”. aku dan personil diberi kuasa oleh Ibu Kepala Sekolah untuk tidak masuk pelajaran secara penuh, sehingga kami memanfaat waktu ini untuk berlatih se-maksimal mungkin. Dan setelah beberapa jam berlatih kami merasa sudah cukup dulu, kemudian kami semua berpencar, sebagian ada yang makan di kantin, tidur di Aula dll. Setelah kembali di arena latihan salah satu personil mengajak kami semua melatih mental, dengan alasan pada saat tampil nanti yang menonton jumlahnya sekitar 200-an orang dan kebanyakan dari mereka adalah CEO perusahaan dan para donatur asing lainnya dan jika ada dari personil yang gemetaran pada saat tampil, “apa kta dunia?”.

Maka pada siang harinya kira-kira ba’da Zuhur aku dan personil mulai bergerak menuju lapangan basket untuk melatih mental setiap pemain rapa’i. Sekarang semua penari sudah duduk di atas lantai lapangan basket, kemudian aku dan seorang syech lain mulai melantunkan syair. “Aku sempat gemetaran tapi ya… seiring dengan berjalannya waktu aku mulai percaya diri”. Dan suasana tersebut tampak seperti gambar berikut:

bergeleng rapai di lapangan basket. Hayoooo.... pada gemetaran semua ya.....

Hari itu penuh dengan canda tawa. Semua penonton tertawa melihat aksi kami yang secara spontan tampil di tengah aktifitas para siswa. Bahkan sebagian dari guru juga turut menonton tarian kami. Wah ini memang hari yang sangat mengesankan.

Apalagi hari ini. Tibalah hari yang ditunggu-tunggu, kami semua mengganti kostum dan bersiap-siap untuk tampil. Sehingga terdengarlah oleh kami, “Acehnese Dance by Labschool’s Student”. Berrrrr….. “gemetaran bukan main aku”, langsung saja aku maju di barisan paling depan, mengucapkan salam dan memulai tarian dengan lantunan syair aceh yang mengiringi tarian Rapa’i geleng. Saat-saat itu berlalu dengan penuh semangat karena dentuman musik yang diperdengarkan dan applause (tepuk tangan) yang diberikan oleh para tamu memacu kami untuk terus bersemangat.

Bergeleng-Ria di atas panggung, itulah moment yang tak terlupakan

Nah, Selama aku bersekolah di Labschool, banyak sekali kegiatan extra-kulikuler lainnya yang kuikuti . Kegiatan yang satu ini adalah kegiatan yang diikuti oleh aku dan teman-teman, yaitu Pawai Tujuh belasan. Pada saat itu aku mendapatkan tugas untuk menjadi seorang ustadz yang memakai peci dan bershorban. Hari itu juga cukup melelahkan karena aku mendapat kerja ganda, selain jadi ustadz aku juga harus menggunakan alat pengeras suara untuk menyemangati teman-teman lainnya yang ikut pawai.

Karnaval yang pertama kali diikuti oleh Labschool, ehm.... posisiku dimana ya...???

Dan yang satu ini adalah kenang-kenangan ketika aku mengikuti kegiatan jalan santai bersama teman, saudara dan beberapa orang guru. info: “Setelah gerak jalan selesai kami mendapat banyak hadiah yang diundi oleh panitia pelaksana”

Jalan santai, tampak p'Jal yang membawa Bayi(????), dan B'Win beserta suami


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: