UTAGAMI, Inovasi hasil kreativitas mahasiswa yang patut dicontoh

Baru2 ini 5 orang siswi ITS mendapat kesempatan untuk menyambangi SDN Kejawan putih I dan II dalam rangka pengenalan permainan utagami bagi siswa(i),  tentunya tulisan ini cukup menarik dan cocok untuk dibaca terutama buat teman2  yang lagi butuh inspirasi2 untuk penanggulangan bencana gempa dan tsunami, ya….. bisa nambah2 wawasan lah…
5 orang mahasiswi Jurusan Perencanaan wilayah dan Kota ITS Surabaya menciptakan suatu produk yang inovetif bernama UTAGAMI (Ular tangga Mitigasi Gempa dan Tsunami)Produk ini diciptakan dalam ajang Program Kreativitas mahasiswa (PKM) oleh DIKTI. Adapun bidang dari PKM ini yaitu Bidang Pengabdian Masyarakat. ketua dari kelomok mahasiswi ini (Asmaul Husna) adalah seorang putri aceh yang tentunya sudah punya pengalaman dalam menghadapi bencana tsunami dan kita juga sebagai aneuk nanggroe patut mengacungi jempol kepada PKMM Utagami, karena telah menemukan inovasi dalam pengenalan penanggulangan gempa dan bencana Tsunami yang sangat unik dan menarik sehingga sangat cocok untuk diterapkan pada anak2 usia dini.
Perancangan Utagami sendiri,  sebenarnya terinspirasi dari permasalahan-permasalahan berikut ini:

  1. Tingginya potensi bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Indonesia mengakibatkan meningkatnya kerentanan masyarakat akan bencana yang mengakibatkan banyaknya korban yang berjatuhan pada tiap bencana gempa maupun tsunami yang telah terjadi di Indonesia dalam 5 tahun terakhir. Kerentanan ini dapat dikurangi melalui pengenalan dini mengenai mitigasi bencana sejak dini bagi siswa Sekolah Dasar yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan pendidikan terkait mmitigasi bencana.
  2. Pada saat ini permainan-permainan masa lalu yang erat akan nilai-nilai pendidikan mulai termarjinalkan oleh kemunculan permainan modern yang menggunakan teknologi visual dan kurang mendidik. Padahal permainan masa lalu tersebut mampu menstimulus perkembangan otak dan sikap anak jauh lebih baik daripada permainan modern yang menggunakan teknologi visual dan kurang mendidik. Padahal permainan masa lalu tersebut mampu menstimulus perkembangan otak dan sikap anak jauh lebih baik daripada permainan modern.
  3. Perlu adanya pengenalan mitigasi bencana gempa dan tsunami sejak dini bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang merupakan aset bangsa yang harus dikembangkan. Untuk meningkatkan pengetahuan terkait mitigasi bencana sehingga anak paham dan diharapkan mampu menentukan tindakan yang perlu diambil saat terjadi bencana.
  4. Pengenalan mitigasi bencana sejak dini bagi anak usia Sekolah Dasar memerlukan adanya media atraktif, inovatif, informatif dan tentunya diminati oleh anak-anak. Salah satu media yang digunakan yaitu Ular Tangga Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami (UTAGAMI).

Utagami hanya sebuah singkatan dari Ular Tangga Mitigasi Gempa dan Tsunami. Papan Utagami yang digunakan berukuran 5m x 5m, kira-kira berukuran satu ruang kelas. Dadu yang digunakan pun tak kalah besar menyesuaikan dengan papannya. Bidaknya menggunakan manusia. Tiap kotak dalam Utagami memiliki makna sendiri, umumnya mengenai tindak preventif menghadapi bencana gempa dan tsunami.

Angga, Una, Palupi, Cihe, dan Amanda merupakan tim PKMM Utagami dan semuanya berasal dari jurusan Planologi. “Kami memilih mengenalkan pelajaran tentang gempa dan bencana alam menggunakan permainan karena anak-anak lebih mudah ingat jika dikemas dalam permainan,” ungkap Cihe. Lebih lanjut Angga menjelaskan permainan ular tangga dipilih karena mudah dimainkan dan tiap naik atau turunnya pemain memiliki maksud tertentu.

“Pertama-tama kami melakukan pre-test untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan mereka terhadap gempa dan tsunami. Selanjutnya kami melakukan presentasi, dilanjutkan dengan simulasi mengggunakan Utagami dan yang terakhir adalah Pekerjaan Rumah (PR) untuk mengetahui seberapa banyak informasi yang mereka serap,” papar Cihe. PR yang diberikan berupa komik mengenai gempa dan tsunami dan di akhir komik terdapat beberapa pertanyaan.

Sikap lucu anak-anak saat mempraktekkan goncangan gempa membuat susana cair. “Kami memilih mendatangi SD yang berada di kawasan pesisir karena kawasan tersebut berpotensi terkena gempa dan tsunami,” jelas Cihe. Palupi juga memiliki harapan jangka panjang terhadap PKMM tersebut, dia berkeinginan metode Utagami dapat diterapkan di berbagai sekolah karena letak Indonesia yang rawan terhadap bencana.

Dari kejauhan terlihat guru-guru yang asyik memperhatikan muridnya bermain Utagami. “Kami mendukung kegiatan pelatihan mengenai penyelamatan gempa seperti ini karena anak-anak bisa tahu sejak dini,” ujar Suwarti sebagai Kepala Sekolah SD N Kejawan Putih II.

Berikut foto kegiatan penerapan Utagami di SDN Kejawan Putih:

siswa(i) mendengarkan presentasi
5 orang siswa sedang mempraktekkan Utagami
Foto bersama siswa(i) di perpustakaan
Foto bersama siswa(i) paska bermain Utagami
Permainan Utagami ini tentunya akan sangat cocok bila diterapkan pada anak2 korban bencana tsunami di aceh dan nias. pengetahuan mengenai penanggulangan bencana gempa dan tsunami sangat dibutuhkan  bagi anak2 di sekitar daerah bencana mengingat tdk  hanya penanggulangan bencana yang diajarkan melainkan juga standar keamanan yang dijalankan apabila bencana itu memang terjadi atau tidak.
Jadi, buat kakak semua kalau ada waktu maen2lah ke SD-SD di aceh biar anak2 disini bertambah ilmunya dalam menaggulangi bencana gempa dan tsunami.

~ by labsinfo on May 6, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: