Linux dalam Dunia Pendidikan

Linux dalam Dunia Pendidikan.

1. Pengantar

Berbicara mengenai pendidikan maka kita akan dihadapkan pada beberapa aspek pokok, antara lain : 1. Kurikulum & Riset 2. Administrasi Pendidikan 3. Sarana & prasarana 4. Kegiatan ekstra kurikuler 5. Alumni dan dunia kerja. Kalau akan dibahas semua ,tentu kita memerlukan waktu yang cukup dan kompetensi yang memadai serta lengkap. Untuk itu, tulisan ini akan dibatasi hanya pada hal-hal yang berkaitan dengan pokok bahasan yaitu yang ada kaitannya dengan teknologi komputer dan teknologi informasi.

Membahas komputer berarti juga akan membahas software. Secara singkat software dapat di kelompokkan kepada sistem operasi dan aplikasi. Sistem operasi sangat menentukan bagaimana suatu hardware komputer bekerja, berkomunikasi dan dimanfaatkan untuk berbagai hal. Suatu sistem operasi yang handal akan menjamin aplikasi-aplikasi yang berjalan di atas nya, pada suatu tingkat ke stabilan proses dan keamanan tertentu. Karena itu pemilihan Sistem Operasi (platform) tertentu adalah hal yang penting dan strategis.

Penerapan komputer pada dunia pendidikan tidak berbeda jauh permasalahannya dengan bidang-bidang yang lain. Apabila sudah melibatkan teknologi komputer dan teknologi informasi maka mau tidak mau akan ada suatu perubahan kultur dan prosedur interaksi yang harus sesuai dengan teknologi yang digunakan tersebut. Termasuk didalamnya penyediaan, pemakaian, pemeliharaan, pengembangan dan proses duplikasi serta transformasi sains dan teknologi.

Melihat perkembangan dunia dan ketersediaan sumber daya Indonesia saat ini maka

a)Implementasi Teknologi Komputer dan Teknologi Informasi di dunia pendidikan (Indonesia khususnya) adalah suatu keharusan.

b) Implementasi ini tidak boleh mahal, mengingat dunia pendidikan juga menyentuh kebutuhan pokok masyarakat luas.

c) Implementasi ini harus tetap dapat mengakomodasi setiap Perkembangan Sains secara cepat dan menyeluruh baik secara aktif maupun pasif.

2. OPEN SOURCE & FREE SOFTWARE

Konsep ini pertamakali di populerkan oleh Eric Raymond. Software yang dalam pengembangannya menganut sistem Open Source ini biasanya mencapai tahap kematangan (mature) lebih cepat dibandingkan dengan software komersial yang menggunakan Close Source. Contoh kecepatan ini dapat anda amati salah satunya di http://www.kernelnotes.org . Open Source berarti: kode program dari software tersebut dapat di buka oleh siapa saja, sehingga siapa pun dapat melihat keunggulan, kelemahan dari software itu dengan cepat, lalu kalau mampu dapat memperbaikinya, dan seterusnya tanpa harus membayar apapun.

Di era internet seperti sekarang , konsep ini memungkinkan sebuah software dapat di lihat dan dikembangkan oleh banyak bahkan ribuan orang sekaligus pada satu saat yang sama di seluruh penjuru dunia. LINUX adalah salah satu software yang dikembangkan dengan sistem Open Source ini di internet. LINUX adalah free software. Artinya, siapapun dapat memiliki dan menggunakannya tanpa harus membayar harga software. Kita bisa dan legal untuk memodifikasi LINUX secara bebas sesuai dengan kebutuhan. Syaratnya hanya satu yaitu tidak menghilangkan atau tetapi menyertakan pada program yang di modifikasi dan sebagainya tadi, nama sipembuat dan atau penernbit asal dari software tersebut.

Jadi ‘Free’ pada kata ‘Free software’ disini bukan berarti cuma gratis (tidak usah membayar), tetapi lebih dekat kepada ‘freedom’ atau kebebasan dalam memanfaatkan sesuatu. Penggagas Free Software adalah Richard Stallman.

3. LINUX dan Lingkungan Pendidikan

Yang banyak terjadi di lingkungan pendidikan adalah terjebaknya para pendidik dan siswa/mahasiswa kepada suatu ‘produk software’ yang terlanjur mendominasi pasar, tidak kepada substansi dasar pendidikan itu sendiri. Contoh: Seringkali pengajar komputer memberikan penjelasan tentang sebuah sistem operasi yang tidak populer dengan kata-kata :’… software X itu seperti ‘DOS’-nya komputer …”. dst. Kurang diperkenalkannya istilah standard seperti Spreadsheet, Wordprocessor, Presentation Software dst, sehingga masyarakat akan lebih mengenal nama produk seperti Excel /Lotus (spreadsheet), MS Word Wordprocessor) dan Power point (Presentation software).

Jebakan yang paling parah adalah ketika civitas dunia pendidikan mulai menggunakan software ilegal dan akhirnya merasa bahwa hal itu adalah hal yang lumrah padahal itu merupakan hal yang sangat memalukan apalagi di lingkungan pendidikan. Seharusnya di lingkungan pendidikan terjadi apresiasi yang cukup baik terhadap karya intelektual, tetapi yang terjadi malah sebaliknya.

Proses copy-mengcopy secara ilegal yang terjadi di kalangan insan pendidikan bukan tidak mungkin karena para dosen/guru mereka sendiri yang justru malah baik dengan sengaja atau tidak mengarahkan mereka (para siswa/mahasiswa) untuk melakukan pembajakan software. Penetapan kurikulum mata kuliah yang menjurus kepada suatu produk komersial misalnya, (apalagi harga dari produk itu tidak terjangkau) ini juga bisa menjadi pemicu terjadinya pembajakan software oleh siswa/mahasiswa dan para pengajar yang juga belum tentu mampu membelinya.

Ditambah lagi mulai tahun 2000, Indonesia masuk kedalam suatu kesepakatan tentang HAKI (Hak Atas Karya Intelektual) atau IPR (Intelectual Propertiary Right). Demikian juga TRIPS yang akan melegalkan pembalasan dari negara yang dilanggar HAKI nya dengan melakukan balasan yang setimpal tetapi bisa pada bidang yang berlainan. Contoh: Misalnya Indonesia melanggar HAKI software tertentu dari Amerika, maka Amerika berhak untuk memboikot atau memberikan bea masuk yang tinggi terhadap eksport tekstil Indonesia. Jadi Karena ulah pembajak software, bisa saja secara tidak langsung para buruh tekstil kita kena PHK karena tekstil tidak bisa diekspor.

LINUX , sebagai free software bisa jadi merupakan alternatif yang cukup baik untuk memecahkan beberapa persoalan di atas. Bahkan di beberapa sisi memiliki nilai tambah yang sangat significant. Dari beberapa sumber menyatakan, LINUX merupakan sistem operasi yang sangat stabil. LINUX dapat diletakkan mulai dari sebuah floppy disk 3.5″ hingga harddisk IDE/SCSI yang besar. Mulai dari prosesor kelas 486 hingga yang multiprocessor kelas 64 bit. Bahkan untuk kelas 64 bit, COMPAQ menyatakan LINUX sebagai sistem operasi standard-nya.

Dari sisi harga, jelas akan menghemat anggaran pendidikan dengan cukup significant/mencolok, mahasiswa pun bisa menggunakan software handal dengan legal. Bahkan bagi anggota masyarakat (tidak terbatas pada lingkungan pendidikan) yang memiliki kemampuan ilmu yang memadai, dapat ikut serta dengan masyarakat IT seluruh dunia secara aktif untuk mengembangkan software-software kelas dunia, dan hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa orang Indonesia.

Kebanyakan dari kita, selama ini hanya sebagai pengguna/user dari produk tertentu, termasuk platform/sistem operasi. Dengan LINUX yang OPEN SOURCE, maka sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk membuat LINUX-INDONESIA. Bukan cuma diberi tambahan nama INDONESIA, tetapi memang benar-benar di buat dan dimiliki secara penuh oleh bangsa Indonesia. Inilah keunggulan dari konsepsi open source. Perlu diketahui bahwa software-software yang menggunakan konsep pengembangan ini sangat banyak, tidak cuma LINUX tetapi ribuan aplikasi yang berjalan dengan platform Linux dari berbagai bidang juga di buat dengan konsep pengembangan opensource. Anda bisa lihat di salah satu site yang ada di Internet seperti : www.linuxlinks.com. , www.linux.com, www.freshmeat.org, dll.

Administrasi & Operasional Pendidikan

Dengan kemampuan yang sangat baik sebagai server dan terminal, maka LINUX beserta aplikasinya juga dapat diandalkan sebagai software untuk proses-proses administrasi pendidikan. Dimulai dari promosi di Internet, pendaftaran OnLine, Pendaftaran di ruang pendaftaran, pengelolaan nilai siswa/mahasiswa, alat bantu praktek di lab komputer, alat bantu riset dan sebagainya. Hampir semua itu bisa dilakukan dengan menggunakan software-software freeware.

Bagaimana mengembangkan LINUX di Dunia Pendidikan Indonesia ?

Cari yang paling efektif adalah dengan menjadikan LINUX sebagai standard platform di berbagai tingkat pendidikan. Mulai dari Sekolah Dasar/TK hingga perguruan tinggi. Setiap institusi dapat menyepakati apa yang disebut dengan OPEN SOURCE CAMPUS AGREEMENT (OSCA). OSCA adalah bagian dari OSA (Open Source Agreement) yang bisa saja di jalankan oleh institusi apapun, baik sosial, pendidikan maupun bisnis dan pemerintahan.

4. OPEN SOURCE CAMPUS AGREEMENT

Ide OSCA mengalir dari I Made Wiryana, yaitu salah satu dosen di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma yang sedang mengambil program Doktoral di Universitas Bielefeld German (1999). Agreement ini sebenarnya adalah suatu kesepakatan bebas yang di bangun sendiri oleh Institusi yang bersangkutan untuk menggunakan LINUX sebagai platform. Di German sebagian besar lembaga pendidikan sepakat menggunakan LINUX sebagai platform. Permasalahan yang cukup penting dalam menerapkan OSCA adalah pada penyiapan sumber daya manusianya. Tetapi investasi di SDM akan lebih murah dan berjangka sangat panjang dibandingkan dengan harus selalu membeli software komersial dan membeli lagi setiap kali terjadi perkembangan lebih lanjut dari versi software tersebut.

5. APLIKASI YANG DAPAT DIPERGUNAKAN

5.1. OTOMATISASI PERKANTORAN

Untuk proses otomatisasi perkantoran, Institusi pendidikan dapat menggunakan Star Office dari SUN, software ini termasuk free software dan dapat membaca dengan cukup baik dokumen-dokumen dari Microsoft Office 97/2000 seperti WORD, EXCEL, & POWERPOINT. Untuk word processor dapat juga menggunakan format TeX dengan software LYX, Latex atau KLYX. Format ini lebih stabil dibanding dengan format *.doc, dan file yang dihasilkan jauh lebih kecil karena program yang menjalankannya memiliki sifat seperti browser saja. Dokumen TeX ini mengikuti kaidah object oriented, sehingga mudah untuk diintegrasikan dengan development software yang lain.

5.2 INTERNET CLIENT & SERVER

Software berbasis internet sangat banyak di LINUX. Untuk e-mail client kita bisa memilih dari yang text based sampai yang X-based. Browser yang cukup canggih seperti NETSCAPE, juga tersedia sebagai free software di LINUX.

APACHE adalah WEB Server yang sangat canggih dan banyak dipakai di kalangan provider dan web hosting. Software ini juga tersedia gratis. Bahkan saat ini APACHE adalah software Web server yang dipergunalan lebih dari 60% Intenet server seluruh dunia. APACHE dapat dikolaborasikan dengan banyak aplikasi seperti PHP, ZOPE, Frontpage,dll. Mailserver handal seperti Sendmail merupakan standard di setiap distribusi LINUX.

Dengan menggabungkan antara Sendmail dan Procmail, serta kepemilikan unlimited forwarding email atau bisa juga dengan membuat kesepakatan dengan ISP, maka kita kita bisa membuat unlimited email kepada seluruh personal yang memilik akses di server lokal, hanya dengan satu account email di ISP.

Seluruh software yang disebutkan di atas itu adalah free software.

5.3 DATABASE

mSql atau MySql termasuk database yang ringan tetapi sangat handal. Banyak digunakan di Internet Server sebagai pasangan dari PHP. Kalau Anda ingin membuat aplikasi database yang lebih besar lagi dan free software, di LINUX ada PostgreSQL yang sebanding dengan database populer seperti ORACLE. PosgreSQL dapat menangani data hingga lebih dari 200GB. ( www.postgresql.org ). Kalau ingin bekerja dengan X \windows, tersedia Pgaccess yang tampilannya mirip dengan Microsoft Access, tetapi terkoneksi dengan postgreSQL.

Sering kali istilah free software tekesan tidak stabil dan tidak bonafid. Ini suatu kekeliruan besar, Software di atas bahkan banyak digunakan oleh institusi strategis (mis: NASA) dan kalangan bisnis.

5.4 BAHASA PEMROGRAMAN

LINUX kaya akan bahasa pemrograman. Mulai dari tingkat compiler hingga script. Di LINUX terdapat antara lain : BASIC, FORTRAN, PASCAL, C/C++, Qt, Tcl/tk, vTcl/tk, Perl, Python + wxPython, PHP, dst.

Dan masih banyak lagi software-software baik yang freeware maupun yang komersial. yang di-port ke LINUX. Contohnya antara lain: ORACLE, LOTUS NOTE, LOTUS DOMINO, Coreldraw/paint/… , WordPerfect, dll.

6. LAIN – LAIN :

PRIVACY

LINUX dikembangkan dari server, karena itu sangat memperhatikan masalah security. Siapapun yang akan bekerja di LINUX harus login dan memasukkan password. Lalu user tersebut akan berada pada area yang tidak bercampur dengan area user yang lain. Kemampuan ini akan mendidik pengguna dalam menghormati privacy masing-masing user. Pengaturan oleh SysAdmin pun akan lebih baik. Tidak ada istilah bahwa dokumen user yang satu terhapus atau di copy tanpa izin oleh yang lain.

NO VIRUS

Arsitektur yang baik dari UNIX juga terdapat di LINUX. Sehingga hampir tidak pernah terdengan tentang virus di LINUX. Kalau ada seorang membuat virus, maka virus tersebut hanya bisa berada di area-nya sendiri. Kecuali bisa masuk sebagai account root.

Kesimpulan

Dengan uraian singkat di atas, penerapan LINUX dan Open Source & free software di dunia pendidikan akan banyak mendatangkan manfaat. Dengan menggunakan software yang legal, Indonesia akan dapat kembali memperbaiki citra dari pembajak software dunia menjadi produsen software dunia. Semoga.

~ by labsinfo on July 8, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: