POLIO

POLIO. Poliomyelitis adalah penyakit akibat infeksi virus yang bersifat akut dan ditunjukkan mulai dari gejala yang tidak spesifik hingga kelumpuhan yang bersifat permanen. Di seluruh dunia, WHO memperkirakan adanya 140.000 kasus baru dari kelumpuhan yang diakibatkan oleh Poliomyelitis

sejak tahun 1992. Jumlah keseluruhan penderita anak anak dan dewasa yang menderita lumpuh akibat Polio di perkirakan sebanyak 10 sampai 20 juta orang.

Cara Penularan Manusia merupakan sumber penular virus polio. Virus polio liar tersebar baik secara langsung maupun tidak langsung antar manusia. Penyebaran virus ini ditunjang oleh kondisi sanitasi yang buruk. Di seluruh negara, anak-anak dibawah usia 2 tahun yang menyebabkan timbulnya lingkungan mikro dengan kondisi kebersihan yang kurang optimal baik dalam lingkungan keluarga maupun tempat penitipan anak, akan menyebabkan penularan fecal- oral dan oral-oral (mulut-jari – mulut). Feses merupakan sumber kontaminasi dari air, susu atau makanan dimana selain itu lalat secara pasif akan menyebarkan virus polio dari feses ke makanan.

Deskrip Klinis Virus polio liar masuk ke dalam tubuh melalui mulut kemudian menempel pada reseptor pada epitel tenggorokan dan saluran pencernaan kemudian memperbanyak diri dalam sel. Virus Polio dapat dibiakkan dari sel tenggorok penderita yang telah mengalami kelumpuhan selama satu minggu dan dari feses penderita yang telah mengalami kelumpuhan selama beberapa minggu atau kadang-kadang beberapa bulan. Selanjutnya virus Polio menyerang kelenjar pertahanan leher dan usus. Virus Polio memasuki aliran darah melalui sistem limfatik.. Virus yang berasal dari aliran darah dapat menyerang susunan syaraf pusat jika tubuh tidak memiliki cukup antibodi. Melalui sistem saraf pusat tersebut, virus menyebar di sepanjang serabut saraf dimana pada proses perkembangan virus secara intraselular virus akan merusak motor neuron yang mengakibakan kelumpuhan flaksid. Sensory neuron tidak mengalami kerusakan.

Kebanyakan infeksi dari virus polio liar tidak menunjukkan adanya gelaja klinis. Di dalam 80.000 orang penduduk dengan usia 0 sampai 20 tahun, kurang dari satu persen dari jumlah penduduk menderita kelumpuhan. Kurang lebih seperempat dari jumlah anak usia 0 sampai 14 tahun mengalami infeksi tanpa menunjukkan gejala klinis (subklinis) dan jumlah lebih tinggi ditunjukkan oleh anak-anak dengan usia yang lebih muda. Pada anak-anak berusia 1 sampai 14 tahun, sekitar 100 orang mengalami kelumpuhan tanpa menunjukkan adanya gejala klinis (subklinis) ; pada bayi sekitar 200 orang mengalami kelumpuhan tanpa menunjukkan adanya gejala klinis (subklinis)

Immunisasi Harga vaksin yang murah, cara pemberian vaksin yang mudah, terbentuknya sistem kekebalan baik secara individual maupun kelompok menyebabkan Vaksin Polio Oral Trivalen direkomendasikan oleh EPI sebagai pilihan vaksin yang baik

~ by labsinfo on June 28, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: