Peresmian SMA Laboratorium Unsyiah

Peresmian SMA Laboratorium Unsyiah.  Sekolah Laboratorium Unsyiah ? atau disebut juga Lab School ? kini berdiri megah bersama jajaran gedung milik Unsyiah lainnya. Dengan gaya arsitektur hasil rancangan tenaga ahli dari Universitas Syiah Kuala sendiri, keberadaan Lab School merupakan “Mimpi yang Menjadi Kenyataan”.

Perencanaan pembangunan Lab School dimulai dua bulan pasca gempa dan
tsunami yang melanda Aceh. Namun demikian, gagasan tersebut sebenarnya
sudah pernah disampaikan jauh hari sebelumnya yaitu pada sekitar empat
tahun lalu ketika Rektor Unsyiah saat ini Dr. Darni M. Daud masih
menjabat sebagai Pembantu Rektor I bidang Akademik, pada saat itu PR I
bidang akademik mengutarakan harapan adanya sekolah menengah yang
dihubungkan ke Unsyiah agar dapat dijadikan indikator untuk teknik
pendidikan yang inovatif serta tempat calon guru mempelajari metode
pembelajaran yang lebih baik. Gagasan untuk mendongkrak mutu tenaga
pendidik tersebut mendapat sambutan positif dari para donatur. Untuk
mewujudkan keinginan tersebut, USINDO (United Sates Indonesian Society)
menawarkan diri sebagai sponsor utama dengan mengumpulkan dana dari
anak-anak rakyat Amerika dan Indonesia, baik secara individu maupun
kelompok, keluarga serta siswa Sekolah Internasional, di Jakarta. Wakil
Presiden RI Jusuf Kalla juga ikut berpartisipasi dengan menyumbang Ruang
Perpustakaan serta menyempatkan diri meninjau sekolah tersebut pada hari
Sabtu, tanggal 28 juli 2007.

kunjunganwapresEdward Masters dan Arifin Siregar, Ketua Bersama USINDO pada saat
peresmian Lab School mengutarakan bahwa dana yang berasal dari anak-anak
Amerika mencapai Rp 2,7 milyar, sedangkan total dana yang dihabiskan
untuk pembangunan gedung Lab School mencapai hingga Rp 20 milyar.
Sementara Margaret Sullivan, koordinator proyek Lab School mengutarakan
bahwa walaupun Lab School merupakan gedung megah dengan fasilitas
pendidikan yang lengkap, namun sekolah ini bukan diarahkan menjadi
sekolah elit, melainkan sekolah masyarakat dengan misi mendemonstrasikan semua siswa dapat belajar secara baik.

Prof. Dr. Samsul Rizal, M. Eng, Ketua Umum Pengurus Yayasan Sekolah
Laboratorium (Chairman Lab School Foundation) menyampaikan bahwa siswa Lab School berasal dari kemampuan pendidikan dan latar belakang ekonomi yang berbeda-beda. Direncanakan pada tiga tahun ke depan, kelas yang jumlah siswanya antara 90-100 akan terbagi rata, dengan jumlah guru 14 orang. Untuk tahun 2010 Lab School akan memiliki kelompok siswa yang
komplit sekitar 300 siswa.

Kehadiran sekolah ini diharapkan akan mendidik generasi baru Aceh untuk
berpikir kritis, pemecahan masalah melalui riset, menanamkan kebiasaan
menulis, meningkatkan keahlian komputer dan latihan bahasa Inggris. Rektor pada saat peresmian sekolah menyampaikan bahwa Lab School
merupakan bagian dari proses pembangunan dan demokratisasi Aceh yang
akan menghasilkan pendidikan yang bermutu tinggi di seluruh Aceh.

~ by labsinfo on June 18, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: